Ada tiga alasan mengapa buku berjudul Visi Politik Al Washliyah dalam Bernegara sangat layak untuk dikaji.
Pertama, setelah dibaca utuh, judul itu ternyata diangkat dari makalah yang disampaikan penulis dalam salah satu moment Al Washliyah. Yaitu Latihan Kader Instruktur (LKI) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah Sumut tahun 2021. Fakta ini menunjukkan besarnya atensi penulis untuk menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan dari Al Washliyah. Dengan kapasitas sebagai anggota parlemen, penulis tahu betul arti penting politik bagi umat. Inilah yang ingin dia tanamkan kepada seluruh umat Islam Indonesia. Guna menguatkan argumentasinya, Dedi Iskandar merasa perlu untuk memadukan definisi politik versi sarjana Muslim klasik dan pemikir Barat modern. Tujuannya jelas, meyakinkan umat bahwa politik bukanlah dunia tabu dan kotor yang harus dijauhi. Sebaliknya, politik adalah dunia luhur dan agung yang harus dikuasai.
Menanamkan keyakinan ini kepada kader Al Washliyah tidaklah mudah. Pasalnya, Al Washliyah adalah organisasi dakwah dan pendidikan. Bukan organisasi politik. Apalagi realitas politik nasional muttakhir, lebih sering menyuguhkan intrik dan hipokritas. Suatu fenomena yang membuat masyarakat semakin banyak antipati. Bukan simpati.
Kedua, judul yang dipilih penulis sangat menarik. Ada kata Al Washliyah dan ada kata Bernegara. Melalui judul ini, penulis ingin menyampaikan bahwa Al Washliyah punya perhatian besar terhadap masalah ketatanegaraan. Meskipun khittah-nya bergerak di bidang tarbiyah dan tabligh, ormas Islam yang lahir dan besar di Sumatera Utara ini tidak hanya mengurusi pengajian dan lembaga pendidikan. Tapi juga concern terhadap semua aspek kehidupan umat. Dari seni budaya, sosial ekonomi, hingga politik tatanegara.
Al Washliyah memang tidak pernah punya niat untuk bertransformasi menjadi organisasi politik. Al Washliyah juga belum punya keinginan membidangi lahirnya partai politik seperti yang dilakukan oleh ormas Islam lain. Sampai saat ini Al Washliyah masih berusaha istiqamah dan konsisten memegang teguh semangat pembentukannya. Yaitu menciptakan masyarakat madani yang cerdas dan berkualitas. Kendati demikian, jangan buru-buru diartikan bahwa Al Washliyah abai terhadap politik. Dalam AD/ART hasil muktmar ke-22 tahun 2021, visi Al Washliyah tegas: bertujuan menegakkan ajaran Islam, amar ma’ruf nahi munkar untuk terciptanya masyarakat beriman, bertaqwa, cerdas, amanah, adil dan makmur dalam kerangka NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945 yang diridhai Allah Swt.
Pesan inilah yang ingin dilugaskan penulis melalui judul bukunya, dan harus mendapatkan aprsiasi. Mengapa? Karena harus diakui bahwa di antara sekian banyak cendekiawan Al Washliyah, Dedi Iskandar adalah kader yang paling serius memperkenalkan visi, misi, strategi, gagasan, kebijakan, serta semua hal yang berkaitan dengan Al Washliyah melalui jalur literasi. Sebagai bukti, dia sudah menerbitkan dua buku tentang Al Washliyah. Politik Pembangunan Al Washliyah dan Strategi Al Washliyah Membangun Kerukunan Beragama. Sementara buku yang ada di tangan pembaca ini, adalah bukunya yang ketiga. Jika melihat ketekunannya dalam membaca dan menulis, buku ini tidak akan menjadi karya terakhirnya tentang Al Washliyah. Masih akan ada lagi karya-karya berikutnya yang akan terbit dan patut kita nantikan.
Ketiga, bisa dipastikan tulisan yang dibuat penulis sudah memenuhi standart ilmiah dan layak untuk dijadikan rujukan. Baik oleh para pemula yang ingin mengenal dan menulis tentang Al Washliyah, maupun para ahli yang ingin meneliti kiprah Al Washliyah. Ini terjadi karena Dedi Iskandar selalu menyajikan data yang valid dan sumber yang kredibel. Selalu menggunakan dalil-dalil sahih yang bisa diverifikasi. Dan selalu membangun argumentasi yang logis sesuai kaidah-kaidah logika.! Termasuk Anda. Selamat membaca…